Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rahimahullah menyatakan:
Para Sahabat Nabi –semoga Allah meridhai
mereka- jika berdiri di dalam shaf, salah seorang dari mereka
menempelkan mata kakinya ke mata kaki saudaranya dan pundaknya pada
pundak saudaranya yang demikian untuk 2 tujuan:
Tujuan pertama: benar-benar meluruskan (shaf)
Tujuan kedua: menutup celah (antar makmum).
Bukanlah menempelkan mata kaki dengan
mata kaki sebagai tujuan inti. Tetapi ada tujuan yang lain, yaitu
benar-benar lurus dan rapat. Atas dasar ini, nampak jelaslah bahwa apa
yang dilakukan sebagian manusia saat ini yang melebarkan (jarak) antar
dua kakinya dan membengkokkan kaki supaya mata kaki saling bersentuhan
(dengan makmum di sampingnya), ini tidak ada asalnya.
Para Sahabat tidaklah mengatakan:
Seseorang (dari kami) melebarkan (jarak) antar kedua kakinya hingga mata
kakinya menyentuh mata kaki saudaranya. Tapi mereka (para Sahabat)
berkata: Sesungguhnya mereka saling rapat hingga salah seorang dari
mereka mata kakinya menyentuh mata kaki saudaranya.
Akan tetapi sebagian manusia tidak
cermat dalam memahami nash-nash sehingga mengetahui apa yang dimaksud.
Tidak mungkin seseorang mengklaim bahwa makna (yang benar) adalah
hendaknya seseorang melebarkan (jarak) kakinya sehingga jarak bagian
atas tubuh (antar makmum) akan berjauhan. Ini tidak mungkin. Tidak ada
seorangpun yang mengatakan demikian (al-Liqaa’ asy-Syahri (4/224))
Teks Asli:
كان
الصحابة رضي الله عنهم إذا قاموا في الصف يلصق أحدهم كعبه بكعب صاحبه
ومنكبه بمنكبه وذلك لغرضين: الغرض الأول: تحقيق المساواة. والغرض الثاني:
سد الفرج. وليس إلصاق الكعب بالكعب مقصوداً لذاته، بل هو مقصود لغيره، وهو
تحقيق المساواة والتراص، وبناءً على ذلك: يتبين أن ما يفعله بعض الناس الآن
من كونه يفرج بين رجليه ويحنف الرجل من أجل أن تتلاصق الكعاب لا أصل له،
فالصحابة لم يقولوا: كان الرجل يفرج بين رجليه حتى يمس كعب صاحبه، بل
قالوا: إنهم يتراصون حتى إن أحدهم ليمس كعبه كعب صاحبه. لكن بعض الناس لا
يتأنى في فهم النصوص حتى يعرف المراد، وإلا فلا يمكن أن يدعي أحد أن
المعنى: أن الرجل يفرج رجليه، ويبقى أعلى البدن متباعداً، هذا غير ممكن،
ولا أحد يقول بهذا (اللقاء الشهري 4-224)
Alih bahasa : Al Ustadz Abu Utsman Kharisman
No comments:
Post a Comment