
Kesuksesan sesungguhnya adalah jika seseorang masuk Jannah (Surga) dan bisa melihat Wajah Allah Subhaanahu Wa Ta’ala.
فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ
Barangsiapa yang dijauhkan dari Neraka dan dimasukkan ke dalam Surga maka sungguh ia telah beruntung (Q.S Ali Imran:186)
Seorang yang sengsara di dunia (miskin,
tidak punya kerabat, dicemooh orang, sering sakit-sakitan), tapi ia
termasuk ahli surga, maka ia sangat beruntung. Disebutkan dalam hadits
bahwa nanti pada hari kiamat didatangkan seorang calon penduduk surga
yang di dunia termasuk orang yang paling sengsara. Kemudian orang ini
dicelupkan satu kali celupan ke dalam surga. Selanjutnya, ia ditanya:
Apakah engkau pernah merasakan penderitaan sebelum ini? Ia menjawab:
Tidak, wahai Tuhanku. Aku tidak pernah merasakan penderitaan sekejap
pun.
Sebaliknya, didatangkan seorang yang
dulunya terhitung paling sejahtera di dunia (harta berlimpah, punya
kedudukan dan banyak pembantu/bawahan, banyak bermewah-mewah, sehat wal
afiat, umur panjang), namun ia termasuk calon penghuni neraka. Kemudian
dicelupkan ke neraka satu kali celupan. Selanjutnya ia ditanya: Apakah
engkau pernah merasakan kenikmatan sebelum ini? Ia menjawab: Tidak sama
sekali. Aku tidak pernah merasakan kenikmatan sedikitpun (hadits riwayat
Muslim)
Sepanjang-panjangnya umur manusia, di akherat ia akan merasakan bahwa masa hidup di dunia sangat singkat.
قَالَ
كَمْ لَبِثْتُمْ فِي الْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَ (112) قَالُوا لَبِثْنَا
يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَاسْأَلِ الْعَادِّينَ (113) قَالَ إِنْ
لَبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ (114)
Allah bertanya: Berapa tahunkah lamanya
kamu tinggal di bumi? Mereka menjawab: Kami tinggal(di bumi) sehari atau
setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.
Allah berfirman: Kamu tidaklah tinggal di bumi melainkan sebentar saja,
kalau kamu sesungguhnya mengetahui (Q.S al-Mukminuun: 112-115)
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَنْ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنَ النَّهَارِ
Dan (ingatlah) akan hari (yang di waktu
itu) Allah mengumpulkan mereka, (mereka merasa di hari itu) seakan-akan
mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sekedar sesaat saja
di siang hari (Q.S Yunus:45)
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَاهَا
Pada hari mereka melihat hari berbangkit
itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan
(sebentar saja) di waktu sore hari atau pagi hari (Q.S anNaazi’aat: 46)
كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوا إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ
Pada hari itu mereka melihat hari yang
dijanjikan (hari kiamat) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam di
dunia kecuali sekedar sesaat saja di siang hari (Q.S alAhqaaf:35)
(dikutip dari buku ‘Sukses Dunia Akhirat dengan Istighfar dan Taubat karya Abu Utsman Kharisman hal 33-36)
No comments:
Post a Comment