Tuesday, December 1, 2015

contoh Karya Ilmiah



CONTOH HALAMAN JUDUL

MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN MINAT MENULIS
DAN MEMBACA MELALUI MEDIA GAMBAR PADA
 KELOMPOK B KB BINASIWI 2 KAWUNGANTEN
SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015


KARYA ILMIAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Karya Ilmiah Program S1 PAUD  Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas UPBJJ Purwokerto



Disusun Oleh :
ATINGSULANDRIYANI
822990558


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TERBUKA
UPBJJ PURWOKERTO
2015





ABSTRAK


MENINGKATKAN KOMPETENSI
DAN MINAT MENULIS DAN MEMBACA PERMULAAN
MELALUI MEDIA GAMBAR PADA KELOMPOK B
DI KB BINASIWI 2 KAWUNGANTEN CILACAP
SEMESTER II TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015
ATING SULANDRIYANI

ABSTRAK

Rendahnya minat dan kemampuan menulis dan membaca permulaan pada anak didik kelompok B KB BINASIWI 2 Kawunganten Cilacap selama ini cenderung menggunakan metode di Sekolah kurang bervariasi serta kurang menarik, menggunakan metode yang selalu sama.
Hal ini menyebabkan anak menjadi bosan, jenuh, enggan dan pasif. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan upaya meningkatkan minat anak dalam menulis dan membaca permulaan melalui media gambar. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus perbaikan pada kegiatan meningkatkan minat menulis dan membaca permulaan. Subjek penelitian ini adalah 20 anak didik kelompok B di KB BINASIWI 2. Objek penelitian berupa minat, menulis permulaan, membaca permulaan dan media gambar. Data diambil melalui observasi dan dokumentasi. Data dranalisis menggunakan teknik deskriptif komparatif dan validasi menggunakan triangulasi sumber, metode dan alat. Hasil penelitian menunjukan bahwa kompetensi siswa dalam menulis dan membaca permulaan pad siklus 1 , 30 % menjadi 80 % pada siklus II. Penggunaan metode dan membaca permulaan pada kelompok b KB BINASIWI 2 Kawunganten Cilacap.
Kata kunci : Kompetensi, minat, menulis, membaca, media gambar.



BAB I
PENDAHULUAN
A.      LATAR BELAKANG.
Pendidikan merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kehidupan seseorang. Sesuai dengan pasal 1 UU RI No. 20 Tahun 2003, Pendidikan adalah usaha  sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara ( Depdiknas, 2007 : 2 ).
PAUD sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan anak usia dini yang dalam proses pembelajarannya menekankan pada prinsip belajar melalui bermain. Bermain adalah bagian integral dalam kehidupan setiap anak dan merupakan cara yang paling baik untuk mengembangkan potensi anak secara optimal. Penggunaan metode bermain disesuaikan dengan perkembangan anak ( keperluan usia anak ). Permainan yang digunakan pada PAUD adalah permainan yang merangsang kreativitas dan menyenangkan ( tidak ada unsure paksaan ) dan sederhana. Pembinaan pengembangan motorik disini merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan aspek motorik secara optimal disini merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan aspek motorik secara optimal dan dapat merangsang perkembangan otak anak. Pengembangan aspek motorik bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih  gerakan kasar dan halus, meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol dan melakukan koordinator gerak tubuh, serta meningkatkan ketrampilan tubuh.
Melalui pembinaan aktivitas anak ( fisik motorik ) di PAUD diharapkan akan memberikan dasar pemikiran untuk mengkaji sarana alat bermain, gambar dan permainan yang tersedia di PAUD serta disesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan fisik anak usia PAUD.
Kemampuan membaca anak usia dini umumnya masih relative kurang karena pendidikan usia dini merupakan awal atau permulaan anak belajar membaca. Di PAUD BINA SIWI 2 pada umumnya anak enggan untuk membaca sesuatu yang bersifat abstrak. Selain itu tuntutan orang tua yang menginginkan anak cepat bisa membaca. Ditambah lagi tuntutan dari SD yang mengadakan penerimaan siswa dengan menggunakan tes baca dan tertulis.

Minat menulis dan membaca umumnya masih relative rendah atau kurang karena Pendidikan Anak Usia Dini merupakan awal atau permulaan belajar membaca dan menulis. Hasil observasi awal menunjukan rendahnya minat pada anak didik dalam membaca dan menulis permulaan tanpa menggunakan media yang tepat. Dari 20 ( dua puluh ) anak didik kelompok B, hanya 8 anak didik ( 40 % ) yang mempunyai minat membaca dan menulis yang baik, sedangkan sisanya sebanyak 12  anak didik atau 60% kurang berminat dalam kegiatan membaca dan menulis.
Guru memerlukan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru adalah dengan menggunakan media yang dapat merangsang minat baca anak didik dalam membaca. Media yang dapat digunakan salah satunya adalah media gambar.
Media gambar adalah media yang berupa gambar yang disertai dengan kata-kata atau kalimat dibawahnya. Dengan adanya tersebut, maka anak didik akan terangsang untuk mengetahui gambar tersebut dan mencoba membaca kata-kata. Setelah dilakukan perbaikan oleh Peneliti yang semula 40%, diharapkan akan meningkat menjadi 100 %.

1.      Identifikasi Masalah.
Berdasaarkan latar belakang diatas dapat diidentifikasi masalah dalam penelitian ini, sebagai berikut :
a.       Rendahnya minat menulis dan membaca pada peserta didik.
b.      Kemampuan menulis dan membaca peserta didik masih relative rendah.
c.       Penggunaan media kurang bervariasi sehingga anak menjadi bosan.
d.      Ketidak seriusan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan yang ditunjukan dengan banyaknya peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan yang diberikan guru.
e.       Orang tua dan Sekolah Dasar yang menginginkan peserta didik bisa membaca dan menulis dengan cepat / instansi.

2.      Analisis Masalah.
Dari identifikasi masalah diatas, minat menulis dan membaca umumnya masih relatif rendah bahkan kurang. Hal ini dapat dianalisa dari beberapa hal berikut :
a.       Anak usia dini umumnya menginginkan sesuatu yang nyata, konkret, menarik dan bervariasi.
b.      Guru kurang menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, kurang menantang, kurang menumbuhkan perhatian dan konsentrasi peserta didik.
c.       Media dan metode yang digunakan disekolah kurang bervariasi serta kurang menarik.
d.      Kurangnya memberi motivasi dan reward pada peserta didik.

3.      Alternatif dan Prioritas Pemecahan Masalah.
Berdasarkan uraian diatas maka upaya menumbuhkan minat menulis dan membaca pada anak dalam pembelajaran kemampuan berbahasa, maka peneliti akan melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan judul “ Upaya Menumbuhkan Minat Anak Dalam Menulis dan Membaca Melalui Media Gambar Pada Kelompok B di Kelompok Bermain BINASIWI 2 Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap Tahun Pelajran 2014/2015.
Guru memerlukan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru adalah dengan menggunakan media yang tepat yang dapat merangsang minat menulis dan membaca pada anak. Media yang dapat digunakan salah satunya adalah media gambar-gambar adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi sebagai curahan perasaan atau pikiran ( Oemar Hamalik ( 1986 : 43 )). Menurut ( Sadiman, 1990 ) menyatakan bahwa media gambar adalah suatu media yang mengkonsumsi fakta, gagasan secara jelas dan kuat melalui suatu pengungkapan kata dan gambar.
Media gambar adalah media yang berupa gambar disertai  dengan kata-kata atau kalimat dibawahnya. Dengan adanya media gambar tersebut maka anak akan terangsang untuk mengetahui maksud gambar tersebut dan mencoba membaca kata-kata atau kalimat yang ada.
Agar penelitian ini lebih terarah, efektif dan efisien, maka perlu adanya prioritas masalah. Adapun prioritas masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a.    Upaya meningkatkan minat menulis dan membaca melalui media gambar.
b.    Menghubungkan tulisan sederhana dengan gambar yang melambangkannya.

B.       RUMUSAN MASALAH.
Berdasarkan uraian sebagaimana latar belakang masalah diatas, dapat dirumuskan masalah seperti berikut :

1.      Bagaimana upaya menumbuhkan minat Anak Dalam Menulis dan Membaca melalui Media Gambar Pada Kelompok B di Kelompok Bermain BINASIWI 2 Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2014/2015 ?
2.      Seberapa besar meningkatkan kompetensi dan minat Anak Dalam Menulis dan Membaca melalui Media Gambar Pada Kelompok B di Kelompok Bermain BINASIWI 2 Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2014/2015 ?
C.      TUJUAN  PERBAIKAN
Adapun tujuan dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah :
1.      Mendiskripsikan Upaya minat Anak Dalam Menulis dan Membaca melalui Media Gambar Pada Kelompok B di Kelompok Bermain BINASIWI 2 Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2014/2015 ?
2.      Untuk mengetahui seberapa besar Upaya minat Anak Dalam Menulis dan Membaca melalui Media Gambar Pada Kelompok B di Kelompok Bermain BINASIWI 2 Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2014/2015 ?

D.      MANFAAT PERBAIKAN
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa, guru maupun lembaga sekolah. Masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut :

1.      Bagi siswa.
a)      Anak didik lebih termotivasi dalam belajar.
b)      Meningkatkan minat menulis dan membaca pada anak didik.
2.      Bagi guru.
a)      Memperoleh pengalaman untuk meningkatkan minat menulis dan membaca melalui media gambar.
b)      Dapat memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran di kelas.
c)      Dapat mengembangkan metode yang sesuai, guru menjadi lebih inovatif dalam menyampaikan pembelajaran sehingga anak didik tidak merasa jenuh, bosan, enggan dan pasif.
3.      Bagi Sekolah.
a)      Hasil penelitian diharapkan mampu membantu sekolah dalam rangka memperbaiki proses belajar mengajar.
b)      Memotivasi kepada guru-guru untuk menerapkan metode yang bervariasi dalam pembelajaran.




BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.      LANDASAN TEORI
1.      Kompetensi
a)      Pengertian.
Kompetensi menurut spencer dan spencer dalam palan ( 2007 ) adalah sebagai Karakteristik dasar yang dimiliki oleh seorang individu yang berhubungan secara kausal dalam memenuhi criteria yang diperlukan dalam menduduki suatu jabatan. Kompetensi terdiri dari 5 tipe karakteristik, yaitu motif ( kemauan konsisten sekaligus menjadi sebab dari tindakan), factor bahwa ( karekter dan respon yang konsisten ) konsep dari (gambaran diri) pengetahuan informasi dalam bidang tertentu dan ketrampilan kemampuan untuk melaksanakan tugas.
Hal ini sejalan dengan pendapat Becker and Urich dalam Suparno (2005:24) bahwa Cometeney refres to an individual’s know ledge, still, ability or persona lity charac teristics that directlyinfluence job per formance. Artinya kompetensi mengandung aspek-aspek pengetahuan, ketrampilan (keahlian) dan kemampuan ataupun karakteristik kepribadian yang mempengaruhikinerja.
Berbeda dengan Fogg (2004-90) yang membagi kompetensi menjadi 2 (dua) katagori yaitu kompetensi dasar dan yang membedakan  kompetensi dasar (Thieshold) dan kompetensi, pembeda (Differentiating) menurut criteria yang di gunakan untuk memprediksi kinerja suatu pekerjaan. Kompetensi dasar (Threshold competencies) adalah karakteristik utama yang biasanya berupa pengetahuan atau keahlian dasar seperti kemampuan untuk menbaca sedangkan kompetensi differentiating adalah kompetensi yang membuat seseorang berbeda dari yang lain. (Xerma. Blogspot.com/2014/02) diunduh Tanggal 7 maret 2015 jam 20.15). 

2.      Menulis
a)      Pengertian Menulis
Menulis adalah sebuah kegiatan menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang diungkapkan dalam bahasa tulis, Menulis berarti menuangkan isi sipenulis kedalam bentuk tulisan , sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang melalui tulisan yang ditulisnya.

b)      Tujuan Menulis
Dalam berkomunikasi sehari-hari salah satu alat yang paling sering digunakan adalah bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan begitu dekatnya kita kepada bahasa tadi, terutama bahasa Indonesia, sehingga terkadang dirasai tidak perlu untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh dan lebih mendalam. Akibatnya sebagai pemakai bahasa orang kadang-kadang tidak terampil menggunakan bahasa. Hal ini merupakan suatu kelemahan yang tidak kita sadari. Padahal berbahasa terutama menulis memiliki banyak tujuan.
Hugo Hartiq ( dalam muchlison dkk 1992 : 255 – 256 ) mengemukakan tujuan menulis sebagai berikut :
1.      Assignment Purpose ( Tujuan Penugasan )
Penulis tidak memiliki tujuan untuk apa dia menulis. Penulis hanya menulis tanpa mengetahui tujuan, dia menulis karena mendapat tugas, bukan atas kemauan sendiri. Misalnya siswa ditugaskan merangkum sebuah buku.

2.      Altruistic Purrpose ( Tujuan Altruistik )
Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para membaca, memahami, menghargai perasaan dan penalarannya ingin membuat hidup para pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya. Penulis benar-benar dapat mengkonsumsikan suatu idea tau gagasan bagi kepentingan pembaca.

3.      Persuasive Purpose ( Tujuan Persuasif )
Penulis bertujuan mempengaruhi pembaca, agar para pembaca yakin akan kebenaran gagasan atau ide yang dituangkan. Tulisan semacam ini banyak dipergunakan untuk menawarkan sebuah produk barang dagangan atau dalam kegiatan politik.

4.      Informational Purpose ( Tujuan Informasional atau Tujuan Penerangan )
Penulis menuangkan ide/gagasan dengan tujuan memberi informasi atau keterngan kepada pembaca.

5.      Selt Expressive Purpose ( Tujuan Pernyataan Diri )
Penulis berusaha untuk memperkenalkan atau menyatakan dirinya sendiri kepada pembaca. Melalui tulisannya pembaca dapat memahami siapa sebenarnya penulis.

6.      Creative Purpose ( Tujuan Kreatif )
Penulis bertujuan agar para pembaca dapat memiliki nilai-nilai artistik atau nilai-nilai kesenian dengan membaca tulisan si penulis.

7.      Problem Solving Purpose ( Tujuan Pemecahan Masalah )
Penulis berusaha memecahkan suatu masalah yang dihadapi dengan tulisannya, penulis berusaha member kejelasan kepada para pembaca tentang bagaimana pemecahan suatu masalah.

c)      Faktor-faktor yang mempengaruhi menulis
Menulis sebagai salah satu dari 4 ( empat ) komponen ketrampilan berbahasa. Faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi 2 ( dua ) bagian yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Secara rinci  dapat dijelaskan sebagai berikut :

a)        Faktor Internal atau faktor dari dalam diri meliputi :
1)      Minat seorang penulis yang memiliki minat yang kuat akan menghasilkan karya tulis yang baik karena dalam setiap karyanya ia akan berusaha maksimal mungkin untuk mengadakan perubahan-perubahan, perbaikan-perbaikan untuk kesempurnaan tulisannya.
2)      Motivasi sebagai upaya yang dapat menimbulkan dorongan kepada individu untuk melakukan suatu kegiatan untuk mencapai tujuan.
3)      Intelegensi, kompetensi atau yang lebih erat kaitannya dengan skema.

b)        Faktor eksternal atau faktor dari luar, yaitu :
1)      Sarana dan alat yang tersedia.
2)      Lingkungan sosial penulis, misalnya keteladanan guru, orang tua dan teman sebaya.

(Diary Mr 417.blogspot.com/2012/06 Minggu 8 maret 2015 jam 05.30)
3.      Membaca
a.      Pengertian Membaca
Kegiatan membaca pada dasarnya merupakan suatu kesatuan kegiatan yang terpadu yang mencakup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf atau kata, menghubungkan dengan bunyi, maknanya serta menarik kesimpulan mengenai maksu bacaan. Anderson dkk ( 1965 ) memandang membaca sebagai suatu proses yang dialami dalam membaca adalah berupa pengajian kembali dan penafsiran suatu kegiatan dimulai dari mengawali huruf, kata, ungkapan, frase, kalimat, dan wacana srta menghubungkan dengna bunyi dan maknanya.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan membaca terkait dengan :
1.      Pengenalan huruf atau aksara.
2.      Bunyi dari huruf atau rangkaian huruf.
3.      Makna atau maksud.
4.      Pemahaman terhadap makna atau maksud berdasarkan konteks warna.
Adapun menurut Hari ( 1970 : 3 ) membaca merupakan interpretasi, yang bermakna dari dimbol verbal yang tertulis/tercetak. Membaca adalah tindakan menyesuaikan arti kata dengan simbol-simbol verbal yang tertulis/tercetak. Sejalan dengan itu kridalaksana ( 1993:13 ) juga mengemukakan bahwa membaca adalah “ ketrampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras.” Kegiatan membaca dapat bersuara, dapat pula tidak bersuara. Jadi membaca pada hakikatnya adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan.

b.      Tujuan Membaca
Tujuan membaca memang segitu beragam, tergantung pada situasi dan berbagai kondisi pembaca. Secara umum tujuan membaca ini dapat dibedakan sebagai berikut :
1.      Untuk mendapatkan informasi. Informasi yang dimaksud disini adalah infromasi tentang fakta dan kejadian sehari-hari sampai informasi tingkat tinggi tentang teori-teori serta serta penemuan dan temuan ilmiah canggih.
2.      Agar citra dirinya meningkat.
3.      Untuk melepaskan diri dari kenyataan, misalnya saat dia merasa jenuh, seidh bahkan putus asa.
4.      Membaca dapat pula untuk tujan rekreatif / untuk mendapatkan kesenangan atau hiburan seperti halnya menonton film atau bertamasya.
5.      Kemungkinan lain adalah orang membaca tanpa tujuan apa-apa, hanya karena iseng, tidak tahu apa yang dilakukan, jadi hanya sekedar mengisi waktu.
6.      Tujuan membaca yang tinggi adalah mencari nilai-nilai keindahan atau pengalaman serta estetis dan nilai-nilai kehidupan lainnya. Dalam hal ini bacaan yang di pilih adalah karya bernilai sastra.

c.       Manfaat Membaca
Seperti telah dijelaskan, kemampuan membaca segitu penting dimiliki anak. Mary Leonhardt ( 1999:27 ) menyatakan ada beberapa alas an mengapa kita perlu menumbuhkan cinta membaca pada anak, alas an tersebut adalah :
1.      Anak yang senang membaca akan membaca dengan baik, sebagian besar waktunya akan dipergunakan untuk membaca.
2.      Anak-anak yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasan yang lebih tinggi, mereka akan berbicara, menulis dan memahami gagasan-gagasan rumit secara lebih baik.
3.      Membaca akan memberikan wawasannya yang lebih luas dalam rangka segala hal dan membuat belajar lebih mudah.
4.      Kegemaran membaca akan memberikan beragam perspektif kepada anak.
5.      Membaca akan membantu kepada anak memiliki rasa kasih saying.
6.      Anak-anak yang gemar membaca dihadapkan pada suatu dunia yang penuh dengan kemungkinan dan kesempatan.
7.      Anak-anak yang gemar membaca akan mampu mengembangkan pula berpikir kreatif dalam diri mereka.
b. Media Gambar
1. Pengertian Media Gambar
Gambar diam atau gambar mati adalah gambar-gambar yang disajikan secara fotografi atau seperti fotografi, misalnya gambar tentang manusia, binatang, tempat atau objek lainnya yang ada kaitannya dengan bahan isi / tema yang diajarkan. Gambar diam ini ada yang sifatnyanya tunggal ada juga yang berseru, yaitu berupa sekumpulan gambar diam yang saling berhubungan satu dengan lainnya. Keuntungan yang bisa diperoleh dengan menggunakan.
2. Manfaat Media Gambar
Bagi anak normal, ketika suatu gambar maka terjadi proses berpikir, dimana cita rasa dan angan-angannya akan tumubuh terus. Pada saat ini gambar berfungsi sebagai stimulasi munculnya ide, pikiran maupun gagasan baru. Gagasan ini selanjutnya mendorong anak untuk berbuat, mengikuti pola piker seperti gambar atau justru muncul ide baru dan mengunggah rasa. Proses ini kadangkala tidak disadari oleh orangtua, sehingga kritikan atau evaluasi diberikan kepada anak seolah-olah diberikan kepada orang dewasa.
Jadi manfaat gambar bagi anak adalah sebagai berikut :
1)      Alat untuk mengutarakan ( berekspresi ) isi hati, pendapat maupun gagasannya.
2)      Media bermain fantasi, imajinasi dan sekaligus sublimasi.
3)      Stimulasi bentuk ketika lupa, atau untuk menumbuhkan gagasan baru.
4)      Alat menjelaskan bentuk serta situasi.
(PAMADHI, Hajar, 2008. 2.8)







 
BAB III
RENCANA PERBAIKAN
A.      Subjek  Penelitian
1.      Lokasi
Lokasi penelitian dilakukan di PAUD Kelompok BINASIWI 2 Alamat Lengkap Sekolah tersebut di Dusun Bojong Djander Desa Sidaurip Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap ( KB BINASIWI 2 sudah berdiri 6 tahun dengan jumlah siswa 35 , guru 4 ) kelas yang menjado subjek penelitian adalah kelompok B.
Pemilihan tempat ini sebagai lokasi penelitian atas dasar pertimbangan sebagai berikut:
a.       Kelompok bermain yang berdiri tahun 2008 ( KB BINASIWI 2 baru 1 kali ) dijadikan obyek lokasi penelitian yang sejenis.
b.      Peneliti sendiri merupakan salah satu tenaga pendidik ( guru ) di KB BINASIWI 2.
c.       Peneliti sendiri ingin meningkatkan kompetensi dan minat menulis dan membaca melalui media gambar pada kelompok B di KB BINASIWI 2 Desa Sidaurip Kecamatan Kawunganten Semester Tahun 2014/2015.

2.      Waktu Pelaksanaan
Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus , setiap siklusnya dilaksanakan 5 kali pertemuan. Pelaksanaan siklus 1 pada hari Senin tanggal 2 bulan Maret tahun 2015 sampai hari jum’at tanggal 6 bulan Maret 2015. Siklus ke II dilaksanakan pada hari senin tanggal 9 bulan Maret 2015 sampai hari jum’at tanggal 13 Maret 2015.

3.      Tema
Tema yang diteliti adalah Tanaman. Tema tersebut dirinci menjadi sub-sub tema berikut:
a.       Jenis-jenis tanaman.
b.      Tanaman hias.
4.      Kelompok
Kelompok anak yang menjadi sunjek penelitian adlah kelompok B jumlah siswa seluruhnya 35 siswa. Terdiri dari 16 anak laki-laki dan 19 anak perempuan. Karakteristik anak berdasarkan umur : umur 3 – 5 tahun sebanyak 15 anak, laki-laki 9 anak, perempuan 6 anak. Umur 5 – 6 tahun sebanyak 20 anak, laki-laki 8 anak, perempuan 12 anak.
5.      Karateristik Anak
Menurut Blecher dan Snowman ( Suryadi . 2006 : 84 ) anak pra sekolah merupakan anak yang berusia antara 3 sampai 6 tahun. Pada umumnya anak usia itu mengikuti program Taman Kanak-kanak ( TK ) atau Kelompok Bermain ( KB ). Usia ini merupakan usia yang amat menentukan perkembangan anak termasuk perkembangan kecerdasan dan merupakan usia tahun-tahun kritis bagi anak untuk menjajagi, mencari tahu, mencoba dan menciptakan.
B.     Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran/Kegiatan Pengembangan
Adapun Prosedur Pelaksanaan Perbaikan pembelajaran dilaksanakan dalam proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari 4 tahap yaitu:
a)            Melakukan perencanaan (Planning)
(2)          Rencana pembelajaran disusun dengan lengkap dengan sekenario tindakan perbaikan yang akan dilaksanankan. Skenario perbaikan mencakup langkah-Iangkah yang akan dilakukan oleh guru dan anka didik dalam kegiatan tindakan perbaikan.
(3)          Menyiapkan sarana pendukung uang akan digunakan dalam pembelajaran.
(4)          Menyiapkan alat perekam dan analisis data yang akan digunakan.
(5)          Menstimulasi dalam pelaksanaan tindakan pembelajaran


b)           Melakukan tindakan (Acting)
Setelah apa yang kita siapkan telah selesai, maka.
c)     Melakukan pengamatan ( Observing)
Pengamatan dilakukan dengan cara merekam kegiatan yang dibantu oleh teman sejawat. Observasi terdiri dari 4, yaitu :

(1)          Observasi Terbuka yaitu dengan menggunakan krtas kosong atau coretan.
(2)          Obsevasi Terfokus yaitu mengamati aspek-aspek tertentu dalam pembelajaran
(3)          Observasi Terstruktur yaitu dengan menggunakan instrumen observasi yang telah siap digunakan
(4)          Observasi Sistematik
d)      Melakukan refleksi (Reflecting)
Sebagai seorang guru harus melakukan koreksi terhadap diri sendiri tentang kegiatan pembelajaran yang telah di laksanakan. Yaitu meliputi kekurangan dan kelebihannya sehingga dapat segera diatasi dan dapat mencapai hasil yang optimal sesuai dengan yang kita harapkan.

Hasil refleksi terhadap tindakan yang peneliti lakukan dijadikan pedoman untuk merevisi rencana tindakan, jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil. Tahap-tahap perbaikan pembelajaran di penelitian tindakan kelas tiap siklusnya dapat dilihat seperti pada gambar sebagai berikut:

                                                                     
C.      Teknik Analisa Data
Berdasar gambar di atas dapat dijelaskan bahwa, pada studi awal proses pembelajaran diadakan observasi untuk memperoleh data awal, untuk memantapkan persiapan penelitian mengadakan refleksi, studi literatur. Persiapan penelitian meliputi penyusunan (sesuaikan RKH, lembar observasi, lembar kerja siswa, mempersiapkan Kolaboran dan simulasi). Kemudian menuju pada tindakan siklus I.
Pada siklus ini diadakan perencanaan perbaikan, pelaksanaan perbaikan, observasi dan refleksi. Pada siklus I diadakan simpulan berhasil atau belum. Kemudian dilanjutkan pada tindakan siklus II dengan menempuh tahapan yang sama dengan siklus I : perencanaan perbaikan, pelaksanaan perbaikan, observasi dan refleksi.
1.        Rencana Pengamatan dan Pengumpulan Data
Rencana pengamatan dan pengumpulan data meliputi: pelaksana, data yang akan diambil, instrumen dan cara menganalisis data.
(1)    Observasi
yaitu mengamati aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada setiap kali pertemuan dengan seksama, khususnya dalam proses kegiatan awal, inti. Tujuan observasi kepada guru yaitu untuk memperoleh data yang sesuai dengan RKH. Tujuan observasi kepada

(2)        Pemberian Tugas
yaitu memberikan tugas kepada siswa untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru sesuai dengan TPP. Tujuannya yaitu memperoleh data kemampuan yang didapat dengan permainan dan metode yang digunakan.






BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

A.    Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran/Kegiatan Pengembangan.
Hasil perbaikan tiap siklus
Kompetensidan minat menulis dan membaca pada peserta didik di KB Binasiwi 2 Kawunganten, sebelum penelitian sangat kurang, selain itu secara umum orang tua lebih mengutamakan pengembangan kognitif saja dari pada kecerdasan yang lain. Dalam pengamatan peneliti peserta didik di PAUD KB Binasiwi 2 Kawunganten Kabupaten Cilacap tahun pelajaran 2014/2015 semester 2 ini dalam hal yang berhubungan dengan menulis dan membaca dalam memperhatikan guru masih sangat rendah. Banyak anak didik yang sayik bercerita sendiri anak kurang antusias dalam mendengarkan guru, kurang tertarik dengan alat dan media yang ada.
Bedasarkan pengamatan masalah yang ada di PAUD kami, langkah yang akan diambil peneliti agar kemampuan dalam menulis dan membaca anak meningkat, peneliti mencoba mencari jalan keluar dengan mengenalkan anak menulis dan membaca melalui media gambar.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan di PAUD KB Binasiwi 2 Kawunganten Kabupaten Cilacap dilaksanakan dalam 2 siklus. Siklus I dan II masing-masing dilaksanakan dalam 5 pertemuan. Siklus I dilaksanakan pada hari Senin – Jum’at tanggal 2 – 6 Maret 2015. Siklus 2 dilaksanakan pada hari Senin – Jum’at tanggal 9 -13 Maret 2015.
Hasil belajar anak didik pada kelompok B Kelompok Bermain Binasiwi 2 Kawunganten Kabupaten Cilacap pada tahun pelajaran 2014/2015 dalam upaya meningkatkan kompetensi dan minat menulis dan membaca elalui media gambar, secara umum mengalami kemajuan.
Berdasarkan pada permasalahan yang dihadapi oleh peserta didik dalam meningkatkan kompetensi menulis dan membaca, berbagai penyebab munculnya permasalahan sebagaimana telah diuraikan pada bagian pendahuluan, dilakukan serangkaian tindakan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Tindakan penelitian ini terdiri dari 2 siklus, dengan prosedur penelitian meliputi, Penyusunan rencana tindakan, Pelaksanaan, Pengamatan atau observasi dan refleksi.

B.     Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran/Kegiatan Pengembangan.
Pada kondisi awal dari 20 jumlah peserta didik yang ada, jumlah anak yang elum berkembang ada 12 anak (60%) dan peserta didik yang berkembang sesuai harapan ada 8 peserta didik (40%).
Dari hasil observasi pada siklus 1 dapat diketahui peningkatan kemampuan anak dari jumlah anak didik yang belum berkembang pada kondisi awal ada 12 anak, pada sikus 1 jumlah anak yang belum berkembang 9 anak (45%), dan jumlah peserta didik yang berkembang sesuai harapan meningkat dari 8 menjadi 11 (55%) peserta didik.
Dari hasil observasi pada siklus II dapat diketahui jumlah peserta didik yang belum berkembang tinggal 4 anak (20%), sedangkan jumlah peserta didik yang berkembang sesuai harapan jadi 16 anak (80).
















BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A.    Kesimpulan
Dari hasil data kegiatan dengan menggunakan media gambar dalam meningkatkan kompetensi dan minat membaca dan menulis anak pada siklus I yang di laksanakan pada 5 pertemuan baru 55% atau ada 11 peserta didik yang berkembang dengan baik, dari 20 peserta didik yang diteliti.
Sedangkan pada siklus II meningkat jumlahnya menjadi 80% atau sejumlah 16 peserta didik yang sudah berkembang dengan baik. Melihat hasil yang sudah di capai maka peneliti memutuskan untuk berhenti pada siklus II.
B.     Saran
1.      Para pendidik kelompok bermain untuk selalu mengadakan dan melaksanakan penelitian tindakan kelas mengingat semua pendidik pasti mengalami permasalahan dalam pembelajaran di kelas nya. Dalam rangka meningkatkan pembelajaran yang ada di kelompok bermain sehingga akan menghasilkan pembelajara yang bermutu dan berkwalitas
2.      Pembiasaan membaca dengan gambar yang di lakukan secara terus-menerus akan merangsang minat anak dalam membaca dan menulis pada anak didik.
3.      Dalam kegiatan membaca dan menulis hendaknya pendidik selalu menyediakan berbagai macam media baik, baik media yang sudah jadi maupun media buatan pendidik itu sendiri.






DAFTAR PUSTAKA

Zaman, Badru (2009) Media dan Sumber Belajar.
Diary Mr 417.blogspot.com/2012/06. Pengertian Menulis tujuan menulis     
Faktor-faktor yang mempengaruhi menulis , diunduh (8/03/2015, 05.30)
DahlanSyuhada25.blogspot.com/2015/1 Pengertian Minat
 ciri-ciri minat- (8/03/2015,03.40)
Tutirohaniati.1.blogspot.com/2013/10- Tahapan Perkembangan  Menulis
(9/03/2015.11.20)
Xerma.blogspot.com/2014/02- Pengertian Kompetensi (7/03/2015.2015)
Eostudent.blogspot.com/2014/06 - Metode Belajar Menulis (9/03/2015.11.00)
Sari Bahasa Indonesia.blogspot.com/Home/Info- Pengertian Membaca-
Tujuan Membaca- Manfaat Membaca – Metode Membaca (8/03/2015. 12.15)












No comments:

Post a Comment