CONTOH HALAMAN JUDUL
MENINGKATKAN
KOMPETENSI DAN MINAT MENULIS
DAN MEMBACA
MELALUI MEDIA GAMBAR PADA
KELOMPOK B KB BINASIWI 2 KAWUNGANTEN
SEMESTER
II TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015
KARYA
ILMIAH
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah Karya
Ilmiah Program S1 PAUD Fakultas Keguruan
dan Ilmu Pendidikan
Universitas UPBJJ Purwokerto
Disusun
Oleh :
ATINGSULANDRIYANI
822990558
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
TERBUKA
UPBJJ
PURWOKERTO
2015
ABSTRAK
MENINGKATKAN
KOMPETENSI
DAN
MINAT MENULIS DAN MEMBACA PERMULAAN
MELALUI
MEDIA GAMBAR PADA KELOMPOK B
DI
KB BINASIWI 2 KAWUNGANTEN CILACAP
SEMESTER
II TAHUN PELAJARAN 2014 / 2015
ATING
SULANDRIYANI
ABSTRAK
Rendahnya minat dan kemampuan
menulis dan membaca permulaan pada anak didik kelompok B KB BINASIWI 2
Kawunganten Cilacap selama ini cenderung menggunakan metode di Sekolah kurang
bervariasi serta kurang menarik, menggunakan metode yang selalu sama.
Hal ini menyebabkan anak menjadi
bosan, jenuh, enggan dan pasif. Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan upaya
meningkatkan minat anak dalam menulis dan membaca permulaan melalui media
gambar. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus perbaikan pada kegiatan
meningkatkan minat menulis dan membaca permulaan. Subjek penelitian ini adalah
20 anak didik kelompok B di KB BINASIWI 2. Objek penelitian berupa minat,
menulis permulaan, membaca permulaan dan media gambar. Data diambil melalui
observasi dan dokumentasi. Data dranalisis menggunakan teknik deskriptif
komparatif dan validasi menggunakan triangulasi sumber, metode dan alat. Hasil
penelitian menunjukan bahwa kompetensi siswa dalam menulis dan membaca
permulaan pad siklus 1 , 30 % menjadi 80 % pada siklus II. Penggunaan metode
dan membaca permulaan pada kelompok b KB BINASIWI 2 Kawunganten Cilacap.
Kata kunci : Kompetensi, minat,
menulis, membaca, media gambar.
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG.
Pendidikan
merupakan salah satu faktor yang sangat penting dalam kehidupan seseorang.
Sesuai dengan pasal 1 UU RI No. 20 Tahun 2003, Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana
belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan
potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian
diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara ( Depdiknas, 2007 : 2 ).
PAUD
sebagai salah satu bentuk lembaga pendidikan anak usia dini yang dalam proses
pembelajarannya menekankan pada prinsip belajar melalui bermain. Bermain adalah
bagian integral dalam kehidupan setiap anak dan merupakan cara yang paling baik
untuk mengembangkan potensi anak secara optimal. Penggunaan metode bermain
disesuaikan dengan perkembangan anak ( keperluan usia anak ). Permainan yang
digunakan pada PAUD adalah permainan yang merangsang kreativitas dan
menyenangkan ( tidak ada unsure paksaan ) dan sederhana. Pembinaan pengembangan
motorik disini merupakan salah satu kegiatan yang dapat mengembangkan aspek
motorik secara optimal disini merupakan salah satu kegiatan yang dapat
mengembangkan aspek motorik secara optimal dan dapat merangsang perkembangan otak
anak. Pengembangan aspek motorik bertujuan untuk memperkenalkan dan
melatih gerakan kasar dan halus,
meningkatkan kemampuan mengelola, mengontrol dan melakukan koordinator gerak
tubuh, serta meningkatkan ketrampilan tubuh.
Melalui
pembinaan aktivitas anak ( fisik motorik ) di PAUD diharapkan akan memberikan
dasar pemikiran untuk mengkaji sarana alat bermain, gambar dan permainan yang
tersedia di PAUD serta disesuaikan dengan perkembangan dan pertumbuhan fisik
anak usia PAUD.
Kemampuan
membaca anak usia dini umumnya masih relative kurang karena pendidikan usia
dini merupakan awal atau permulaan anak belajar membaca. Di PAUD BINA SIWI 2
pada umumnya anak enggan untuk membaca sesuatu yang bersifat abstrak. Selain
itu tuntutan orang tua yang menginginkan anak cepat bisa membaca. Ditambah lagi
tuntutan dari SD yang mengadakan penerimaan siswa dengan menggunakan tes baca
dan tertulis.
Minat
menulis dan membaca umumnya masih relative rendah atau kurang karena Pendidikan
Anak Usia Dini merupakan awal atau permulaan belajar membaca dan menulis. Hasil
observasi awal menunjukan rendahnya minat pada anak didik dalam membaca dan
menulis permulaan tanpa menggunakan media yang tepat. Dari 20 ( dua puluh )
anak didik kelompok B, hanya 8 anak didik ( 40 % ) yang mempunyai minat membaca
dan menulis yang baik, sedangkan sisanya sebanyak 12 anak didik atau 60% kurang berminat dalam
kegiatan membaca dan menulis.
Guru
memerlukan cara untuk menyelesaikan masalah tersebut. Salah satu cara yang
dapat digunakan oleh guru adalah dengan menggunakan media yang dapat merangsang
minat baca anak didik dalam membaca. Media yang dapat digunakan salah satunya
adalah media gambar.
Media
gambar adalah media yang berupa gambar yang disertai dengan kata-kata atau kalimat
dibawahnya. Dengan adanya tersebut, maka anak didik akan terangsang untuk
mengetahui gambar tersebut dan mencoba membaca kata-kata. Setelah dilakukan
perbaikan oleh Peneliti yang semula 40%, diharapkan akan meningkat menjadi 100
%.
1.
Identifikasi
Masalah.
Berdasaarkan
latar belakang diatas dapat diidentifikasi masalah dalam penelitian ini,
sebagai berikut :
a. Rendahnya
minat menulis dan membaca pada peserta didik.
b. Kemampuan
menulis dan membaca peserta didik masih relative rendah.
c. Penggunaan
media kurang bervariasi sehingga anak menjadi bosan.
d. Ketidak
seriusan peserta didik dalam pelaksanaan kegiatan yang ditunjukan dengan
banyaknya peserta didik yang kurang memperhatikan penjelasan yang diberikan
guru.
e. Orang
tua dan Sekolah Dasar yang menginginkan peserta didik bisa membaca dan menulis
dengan cepat / instansi.
2.
Analisis
Masalah.
Dari
identifikasi masalah diatas, minat menulis dan membaca umumnya masih relatif
rendah bahkan kurang. Hal ini dapat dianalisa dari beberapa hal berikut :
a. Anak
usia dini umumnya menginginkan sesuatu yang nyata, konkret, menarik dan
bervariasi.
b. Guru
kurang menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, kurang menantang,
kurang menumbuhkan perhatian dan konsentrasi peserta didik.
c. Media
dan metode yang digunakan disekolah kurang bervariasi serta kurang menarik.
d. Kurangnya
memberi motivasi dan reward pada peserta didik.
3.
Alternatif
dan Prioritas Pemecahan Masalah.
Berdasarkan uraian diatas maka upaya menumbuhkan
minat menulis dan membaca pada anak dalam pembelajaran kemampuan berbahasa, maka
peneliti akan melaksanakan penelitian tindakan kelas dengan judul “ Upaya
Menumbuhkan Minat Anak Dalam Menulis dan Membaca Melalui Media Gambar Pada
Kelompok B di Kelompok Bermain BINASIWI 2 Kecamatan Kawunganten Kabupaten
Cilacap Tahun Pelajran 2014/2015.
Guru memerlukan cara untuk menyelesaikan
masalah tersebut salah satu cara yang dapat digunakan oleh guru adalah dengan
menggunakan media yang tepat yang dapat merangsang minat menulis dan membaca
pada anak. Media yang dapat digunakan salah satunya adalah media gambar-gambar
adalah segala sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk dua dimensi
sebagai curahan perasaan atau pikiran ( Oemar Hamalik ( 1986 : 43 )). Menurut (
Sadiman, 1990 ) menyatakan bahwa media gambar adalah suatu media yang
mengkonsumsi fakta, gagasan secara jelas dan kuat melalui suatu pengungkapan
kata dan gambar.
Media gambar adalah media yang berupa
gambar disertai dengan kata-kata atau
kalimat dibawahnya. Dengan adanya media gambar tersebut maka anak akan
terangsang untuk mengetahui maksud gambar tersebut dan mencoba membaca
kata-kata atau kalimat yang ada.
Agar penelitian ini lebih terarah,
efektif dan efisien, maka perlu adanya prioritas masalah. Adapun prioritas
masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
a. Upaya
meningkatkan minat menulis dan membaca melalui media gambar.
b. Menghubungkan
tulisan sederhana dengan gambar yang melambangkannya.
B.
RUMUSAN
MASALAH.
Berdasarkan
uraian sebagaimana latar belakang masalah diatas, dapat dirumuskan masalah
seperti berikut :
1. Bagaimana
upaya menumbuhkan minat Anak Dalam Menulis dan Membaca melalui Media Gambar
Pada Kelompok B di Kelompok Bermain BINASIWI 2 Kecamatan Kawunganten Kabupaten
Cilacap Tahun Pelajaran 2014/2015 ?
2. Seberapa
besar meningkatkan kompetensi dan minat Anak Dalam Menulis dan Membaca melalui
Media Gambar Pada Kelompok B di Kelompok Bermain BINASIWI 2 Kecamatan
Kawunganten Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2014/2015 ?
C.
TUJUAN
PERBAIKAN
Adapun
tujuan dari pelaksanaan perbaikan pembelajaran adalah :
1. Mendiskripsikan
Upaya minat Anak Dalam Menulis dan Membaca melalui Media Gambar Pada Kelompok B
di Kelompok Bermain BINASIWI 2 Kecamatan Kawunganten Kabupaten Cilacap Tahun
Pelajaran 2014/2015 ?
2. Untuk
mengetahui seberapa besar Upaya minat Anak Dalam Menulis dan Membaca melalui
Media Gambar Pada Kelompok B di Kelompok Bermain BINASIWI 2 Kecamatan
Kawunganten Kabupaten Cilacap Tahun Pelajaran 2014/2015 ?
D.
MANFAAT
PERBAIKAN
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi siswa, guru maupun
lembaga sekolah. Masing-masing dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Bagi
siswa.
a) Anak
didik lebih termotivasi dalam belajar.
b) Meningkatkan
minat menulis dan membaca pada anak didik.
2. Bagi
guru.
a) Memperoleh
pengalaman untuk meningkatkan minat menulis dan membaca melalui media gambar.
b) Dapat
memperbaiki dan meningkatkan proses pembelajaran di kelas.
c) Dapat
mengembangkan metode yang sesuai, guru menjadi lebih inovatif dalam
menyampaikan pembelajaran sehingga anak didik tidak merasa jenuh, bosan, enggan
dan pasif.
3. Bagi
Sekolah.
a) Hasil
penelitian diharapkan mampu membantu sekolah dalam rangka memperbaiki proses
belajar mengajar.
b) Memotivasi
kepada guru-guru untuk menerapkan metode yang bervariasi dalam pembelajaran.
BAB
II
KAJIAN PUSTAKA
A.
LANDASAN
TEORI
1.
Kompetensi
a) Pengertian.
Kompetensi
menurut spencer dan spencer dalam palan ( 2007 ) adalah sebagai Karakteristik
dasar yang dimiliki oleh seorang individu yang berhubungan secara kausal dalam
memenuhi criteria yang diperlukan dalam menduduki suatu jabatan. Kompetensi
terdiri dari 5 tipe karakteristik, yaitu motif ( kemauan konsisten sekaligus
menjadi sebab dari tindakan), factor bahwa ( karekter dan respon yang konsisten
) konsep dari (gambaran diri) pengetahuan informasi dalam bidang tertentu dan
ketrampilan kemampuan untuk melaksanakan tugas.
Hal
ini sejalan dengan pendapat Becker and Urich dalam Suparno (2005:24) bahwa
Cometeney refres to an individual’s know ledge, still, ability or persona lity
charac teristics that directlyinfluence job per formance. Artinya kompetensi
mengandung aspek-aspek pengetahuan, ketrampilan (keahlian) dan kemampuan
ataupun karakteristik kepribadian yang mempengaruhikinerja.
Berbeda
dengan Fogg (2004-90) yang membagi kompetensi menjadi 2 (dua) katagori yaitu
kompetensi dasar dan yang membedakan
kompetensi dasar (Thieshold) dan kompetensi, pembeda (Differentiating) menurut
criteria yang di gunakan untuk memprediksi kinerja suatu pekerjaan. Kompetensi
dasar (Threshold competencies) adalah karakteristik utama yang biasanya berupa
pengetahuan atau keahlian dasar seperti kemampuan untuk menbaca sedangkan
kompetensi differentiating adalah kompetensi yang membuat seseorang berbeda
dari yang lain. (Xerma. Blogspot.com/2014/02) diunduh Tanggal 7 maret 2015 jam
20.15).
2.
Menulis
a) Pengertian
Menulis
Menulis
adalah sebuah kegiatan menuangkan pikiran, gagasan, dan perasaan seseorang yang
diungkapkan dalam bahasa tulis, Menulis berarti menuangkan isi sipenulis kedalam
bentuk tulisan , sehingga maksud hati penulis bisa diketahui banyak orang
melalui tulisan yang ditulisnya.
b) Tujuan
Menulis
Dalam
berkomunikasi sehari-hari salah satu alat yang paling sering digunakan adalah
bahasa, baik bahasa lisan maupun bahasa tulisan begitu dekatnya kita kepada
bahasa tadi, terutama bahasa Indonesia, sehingga terkadang dirasai tidak perlu
untuk mendalami dan mempelajari bahasa Indonesia secara lebih jauh dan lebih
mendalam. Akibatnya sebagai pemakai bahasa orang kadang-kadang tidak terampil
menggunakan bahasa. Hal ini merupakan suatu kelemahan yang tidak kita sadari.
Padahal berbahasa terutama menulis memiliki banyak tujuan.
Hugo
Hartiq ( dalam muchlison dkk 1992 : 255 – 256 ) mengemukakan tujuan menulis
sebagai berikut :
1. Assignment
Purpose ( Tujuan Penugasan )
Penulis tidak memiliki
tujuan untuk apa dia menulis. Penulis hanya menulis tanpa mengetahui tujuan,
dia menulis karena mendapat tugas, bukan atas kemauan sendiri. Misalnya siswa
ditugaskan merangkum sebuah buku.
2. Altruistic
Purrpose ( Tujuan Altruistik )
Penulis bertujuan untuk
menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para membaca, memahami,
menghargai perasaan dan penalarannya ingin membuat hidup para pembaca lebih
mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya. Penulis benar-benar dapat
mengkonsumsikan suatu idea tau gagasan bagi kepentingan pembaca.
3. Persuasive
Purpose ( Tujuan Persuasif )
Penulis bertujuan
mempengaruhi pembaca, agar para pembaca yakin akan kebenaran gagasan atau ide
yang dituangkan. Tulisan semacam ini banyak dipergunakan untuk menawarkan
sebuah produk barang dagangan atau dalam kegiatan politik.
4. Informational
Purpose ( Tujuan Informasional atau Tujuan Penerangan )
Penulis menuangkan
ide/gagasan dengan tujuan memberi informasi atau keterngan kepada pembaca.
5. Selt
Expressive Purpose ( Tujuan Pernyataan Diri )
Penulis berusaha untuk
memperkenalkan atau menyatakan dirinya sendiri kepada pembaca. Melalui
tulisannya pembaca dapat memahami siapa sebenarnya penulis.
6. Creative
Purpose ( Tujuan Kreatif )
Penulis bertujuan agar
para pembaca dapat memiliki nilai-nilai artistik atau nilai-nilai kesenian
dengan membaca tulisan si penulis.
7. Problem
Solving Purpose ( Tujuan Pemecahan Masalah )
Penulis berusaha
memecahkan suatu masalah yang dihadapi dengan tulisannya, penulis berusaha
member kejelasan kepada para pembaca tentang bagaimana pemecahan suatu masalah.
c) Faktor-faktor
yang mempengaruhi menulis
Menulis
sebagai salah satu dari 4 ( empat ) komponen ketrampilan berbahasa.
Faktor-faktor tersebut dikelompokan menjadi 2 ( dua ) bagian yaitu faktor
internal dan faktor eksternal. Secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :
a)
Faktor Internal
atau faktor dari dalam diri meliputi :
1) Minat
seorang penulis yang memiliki minat yang kuat akan menghasilkan karya tulis yang
baik karena dalam setiap karyanya ia akan berusaha maksimal mungkin untuk
mengadakan perubahan-perubahan, perbaikan-perbaikan untuk kesempurnaan
tulisannya.
2) Motivasi
sebagai upaya yang dapat menimbulkan dorongan kepada individu untuk melakukan
suatu kegiatan untuk mencapai tujuan.
3) Intelegensi,
kompetensi atau yang lebih erat kaitannya dengan skema.
b)
Faktor eksternal
atau faktor dari luar, yaitu :
1) Sarana
dan alat yang tersedia.
2) Lingkungan
sosial penulis, misalnya keteladanan guru, orang tua dan teman sebaya.
(Diary Mr
417.blogspot.com/2012/06 Minggu 8 maret 2015 jam 05.30)
3.
Membaca
a.
Pengertian
Membaca
Kegiatan
membaca pada dasarnya merupakan suatu kesatuan kegiatan yang terpadu yang
mencakup beberapa kegiatan seperti mengenali huruf atau kata, menghubungkan
dengan bunyi, maknanya serta menarik kesimpulan mengenai maksu bacaan. Anderson
dkk ( 1965 ) memandang membaca sebagai suatu proses yang dialami dalam membaca
adalah berupa pengajian kembali dan penafsiran suatu kegiatan dimulai dari
mengawali huruf, kata, ungkapan, frase, kalimat, dan wacana srta menghubungkan
dengna bunyi dan maknanya.
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kegiatan membaca terkait dengan :
1. Pengenalan
huruf atau aksara.
2. Bunyi
dari huruf atau rangkaian huruf.
3. Makna
atau maksud.
4. Pemahaman
terhadap makna atau maksud berdasarkan konteks warna.
Adapun
menurut Hari ( 1970 : 3 ) membaca merupakan interpretasi, yang bermakna dari
dimbol verbal yang tertulis/tercetak. Membaca adalah tindakan menyesuaikan arti
kata dengan simbol-simbol verbal yang tertulis/tercetak. Sejalan dengan itu
kridalaksana ( 1993:13 ) juga mengemukakan bahwa membaca adalah “ ketrampilan
mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk urutan lambang-lambang grafis dan
perubahannya menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau
pengujaran menjadi wicara bermakna dalam bentuk pemahaman diam-diam atau
pengujaran keras-keras.” Kegiatan membaca dapat bersuara, dapat pula tidak
bersuara. Jadi membaca pada hakikatnya adalah kegiatan fisik dan mental untuk
menemukan makna dari tulisan.
b.
Tujuan
Membaca
Tujuan
membaca memang segitu beragam, tergantung pada situasi dan berbagai kondisi pembaca.
Secara umum tujuan membaca ini dapat dibedakan sebagai berikut :
1. Untuk
mendapatkan informasi. Informasi yang dimaksud disini adalah infromasi tentang
fakta dan kejadian sehari-hari sampai informasi tingkat tinggi tentang
teori-teori serta serta penemuan dan temuan ilmiah canggih.
2. Agar
citra dirinya meningkat.
3. Untuk
melepaskan diri dari kenyataan, misalnya saat dia merasa jenuh, seidh bahkan
putus asa.
4. Membaca
dapat pula untuk tujan rekreatif / untuk mendapatkan kesenangan atau hiburan
seperti halnya menonton film atau bertamasya.
5. Kemungkinan
lain adalah orang membaca tanpa tujuan apa-apa, hanya karena iseng, tidak tahu
apa yang dilakukan, jadi hanya sekedar mengisi waktu.
6. Tujuan
membaca yang tinggi adalah mencari nilai-nilai keindahan atau pengalaman serta
estetis dan nilai-nilai kehidupan lainnya. Dalam hal ini bacaan yang di pilih
adalah karya bernilai sastra.
c.
Manfaat
Membaca
Seperti
telah dijelaskan, kemampuan membaca segitu penting dimiliki anak. Mary
Leonhardt ( 1999:27 ) menyatakan ada beberapa alas an mengapa kita perlu
menumbuhkan cinta membaca pada anak, alas an tersebut adalah :
1. Anak
yang senang membaca akan membaca dengan baik, sebagian besar waktunya akan
dipergunakan untuk membaca.
2. Anak-anak
yang gemar membaca akan mempunyai rasa kebahasan yang lebih tinggi, mereka akan
berbicara, menulis dan memahami gagasan-gagasan rumit secara lebih baik.
3. Membaca
akan memberikan wawasannya yang lebih luas dalam rangka segala hal dan membuat
belajar lebih mudah.
4. Kegemaran
membaca akan memberikan beragam perspektif kepada anak.
5. Membaca
akan membantu kepada anak memiliki rasa kasih saying.
6. Anak-anak
yang gemar membaca dihadapkan pada suatu dunia yang penuh dengan kemungkinan
dan kesempatan.
7. Anak-anak
yang gemar membaca akan mampu mengembangkan pula berpikir kreatif dalam diri
mereka.
b. Media Gambar
1.
Pengertian Media Gambar
Gambar diam atau gambar mati adalah
gambar-gambar yang disajikan secara fotografi atau seperti fotografi, misalnya
gambar tentang manusia, binatang, tempat atau objek lainnya yang ada kaitannya
dengan bahan isi / tema yang diajarkan. Gambar diam ini ada yang sifatnyanya
tunggal ada juga yang berseru, yaitu berupa sekumpulan gambar diam yang saling
berhubungan satu dengan lainnya. Keuntungan yang bisa diperoleh dengan
menggunakan.
2.
Manfaat Media Gambar
Bagi
anak normal, ketika suatu gambar maka terjadi proses berpikir, dimana cita rasa
dan angan-angannya akan tumubuh terus. Pada saat ini gambar berfungsi sebagai
stimulasi munculnya ide, pikiran maupun gagasan baru. Gagasan ini selanjutnya
mendorong anak untuk berbuat, mengikuti pola piker seperti gambar atau justru
muncul ide baru dan mengunggah rasa. Proses ini kadangkala tidak disadari oleh
orangtua, sehingga kritikan atau evaluasi diberikan kepada anak seolah-olah
diberikan kepada orang dewasa.
Jadi
manfaat gambar bagi anak adalah sebagai berikut :
1) Alat
untuk mengutarakan ( berekspresi ) isi hati, pendapat maupun gagasannya.
2) Media
bermain fantasi, imajinasi dan sekaligus sublimasi.
3) Stimulasi
bentuk ketika lupa, atau untuk menumbuhkan gagasan baru.
4) Alat
menjelaskan bentuk serta situasi.
(PAMADHI, Hajar, 2008. 2.8)
BAB
III
RENCANA
PERBAIKAN
A.
Subjek
Penelitian
1. Lokasi
Lokasi
penelitian dilakukan di PAUD Kelompok BINASIWI 2 Alamat Lengkap Sekolah
tersebut di Dusun Bojong Djander Desa Sidaurip Kecamatan Kawunganten Kabupaten
Cilacap ( KB BINASIWI 2 sudah berdiri 6 tahun dengan jumlah siswa 35 , guru 4 )
kelas yang menjado subjek penelitian adalah kelompok B.
Pemilihan
tempat ini sebagai lokasi penelitian atas dasar pertimbangan sebagai berikut:
a. Kelompok
bermain yang berdiri tahun 2008 ( KB BINASIWI 2 baru 1 kali ) dijadikan obyek
lokasi penelitian yang sejenis.
b. Peneliti
sendiri merupakan salah satu tenaga pendidik ( guru ) di KB BINASIWI 2.
c. Peneliti
sendiri ingin meningkatkan kompetensi dan minat menulis dan membaca melalui
media gambar pada kelompok B di KB BINASIWI 2 Desa Sidaurip Kecamatan
Kawunganten Semester Tahun 2014/2015.
2. Waktu
Pelaksanaan
Penelitian
ini dilakukan dalam 2 siklus , setiap siklusnya dilaksanakan 5 kali pertemuan.
Pelaksanaan siklus 1 pada hari Senin tanggal 2 bulan Maret tahun 2015 sampai
hari jum’at tanggal 6 bulan Maret 2015. Siklus ke II dilaksanakan pada hari
senin tanggal 9 bulan Maret 2015 sampai hari jum’at tanggal 13 Maret 2015.
3. Tema
Tema
yang diteliti adalah Tanaman. Tema tersebut dirinci menjadi sub-sub tema
berikut:
a. Jenis-jenis
tanaman.
b. Tanaman
hias.
4. Kelompok
Kelompok
anak yang menjadi sunjek penelitian adlah kelompok B jumlah siswa seluruhnya 35
siswa. Terdiri dari 16 anak laki-laki dan 19 anak perempuan. Karakteristik anak
berdasarkan umur : umur 3 – 5 tahun sebanyak 15 anak, laki-laki 9 anak,
perempuan 6 anak. Umur 5 – 6 tahun sebanyak 20 anak, laki-laki 8 anak,
perempuan 12 anak.
5. Karateristik
Anak
Menurut
Blecher dan Snowman ( Suryadi . 2006 : 84 ) anak pra sekolah merupakan anak
yang berusia antara 3 sampai 6 tahun. Pada umumnya anak usia itu mengikuti
program Taman Kanak-kanak ( TK ) atau Kelompok Bermain ( KB ). Usia ini
merupakan usia yang amat menentukan perkembangan anak termasuk perkembangan
kecerdasan dan merupakan usia tahun-tahun kritis bagi anak untuk menjajagi,
mencari tahu, mencoba dan menciptakan.
B.
Desain Prosedur Perbaikan Pembelajaran/Kegiatan Pengembangan
Adapun Prosedur Pelaksanaan Perbaikan pembelajaran dilaksanakan dalam
proses pengkajian berdaur, yang terdiri dari 4 tahap yaitu:
a)
Melakukan perencanaan (Planning)
(2)
Rencana pembelajaran disusun dengan lengkap dengan sekenario tindakan
perbaikan yang akan dilaksanankan. Skenario perbaikan mencakup langkah-Iangkah
yang akan dilakukan oleh guru dan anka didik dalam kegiatan tindakan perbaikan.
(3)
Menyiapkan sarana pendukung uang akan digunakan dalam pembelajaran.
(4)
Menyiapkan alat perekam dan analisis data yang akan digunakan.
(5)
Menstimulasi dalam pelaksanaan tindakan pembelajaran
b)
Melakukan tindakan (Acting)
Setelah apa yang kita siapkan telah selesai, maka.
c) Melakukan pengamatan ( Observing)
Pengamatan dilakukan dengan cara merekam kegiatan yang dibantu oleh
teman sejawat. Observasi terdiri dari 4, yaitu :
(1)
Observasi Terbuka yaitu dengan menggunakan krtas
kosong atau coretan.
(2)
Obsevasi
Terfokus yaitu mengamati aspek-aspek tertentu dalam pembelajaran
(3)
Observasi Terstruktur yaitu dengan menggunakan
instrumen observasi yang telah siap digunakan
(4)
Observasi Sistematik
d) Melakukan refleksi (Reflecting)
Sebagai seorang guru harus melakukan koreksi
terhadap diri sendiri tentang kegiatan pembelajaran yang telah di laksanakan.
Yaitu meliputi kekurangan dan kelebihannya sehingga dapat segera diatasi dan
dapat mencapai hasil yang optimal sesuai dengan yang kita harapkan.
Hasil refleksi terhadap tindakan yang
peneliti lakukan dijadikan pedoman untuk merevisi rencana tindakan, jika
ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasil. Tahap-tahap perbaikan
pembelajaran di penelitian tindakan kelas tiap siklusnya dapat dilihat seperti
pada gambar sebagai berikut:
C.
Teknik
Analisa Data
Berdasar gambar di atas dapat
dijelaskan bahwa, pada studi
awal proses pembelajaran diadakan observasi untuk memperoleh data awal, untuk
memantapkan persiapan penelitian mengadakan refleksi, studi literatur.
Persiapan penelitian meliputi penyusunan (sesuaikan RKH, lembar observasi,
lembar kerja siswa, mempersiapkan Kolaboran dan simulasi). Kemudian menuju pada
tindakan siklus I.
Pada siklus ini diadakan perencanaan
perbaikan, pelaksanaan perbaikan, observasi dan refleksi. Pada siklus I
diadakan simpulan berhasil atau belum. Kemudian dilanjutkan pada tindakan
siklus II dengan menempuh tahapan yang sama dengan siklus I : perencanaan
perbaikan, pelaksanaan perbaikan, observasi dan refleksi.
1.
Rencana
Pengamatan dan Pengumpulan Data
Rencana pengamatan dan pengumpulan
data meliputi: pelaksana, data yang akan diambil, instrumen dan cara
menganalisis data.
(1) Observasi
yaitu mengamati aktivitas guru dan siswa dalam kegiatan belajar
mengajar pada setiap kali pertemuan dengan seksama, khususnya dalam proses
kegiatan awal, inti. Tujuan observasi kepada guru yaitu untuk memperoleh data
yang sesuai dengan RKH. Tujuan observasi kepada
(2)
Pemberian Tugas
yaitu memberikan tugas kepada siswa
untuk mengerjakan tugas yang diberikan guru sesuai dengan TPP. Tujuannya yaitu
memperoleh data kemampuan yang didapat dengan permainan dan metode yang
digunakan.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran/Kegiatan
Pengembangan.
Hasil perbaikan tiap siklus
Kompetensidan minat menulis dan
membaca pada peserta didik di KB Binasiwi 2 Kawunganten, sebelum penelitian
sangat kurang, selain itu secara umum orang tua lebih mengutamakan pengembangan
kognitif saja dari pada kecerdasan yang lain. Dalam pengamatan peneliti peserta
didik di PAUD KB Binasiwi 2 Kawunganten Kabupaten Cilacap tahun pelajaran
2014/2015 semester 2 ini dalam hal yang berhubungan dengan menulis dan membaca
dalam memperhatikan guru masih sangat rendah. Banyak anak didik yang sayik
bercerita sendiri anak kurang antusias dalam mendengarkan guru, kurang tertarik
dengan alat dan media yang ada.
Bedasarkan pengamatan masalah
yang ada di PAUD kami, langkah yang akan diambil peneliti agar kemampuan dalam
menulis dan membaca anak meningkat, peneliti mencoba mencari jalan keluar
dengan mengenalkan anak menulis dan membaca melalui media gambar.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
dilaksanakan di PAUD KB Binasiwi 2 Kawunganten Kabupaten Cilacap dilaksanakan
dalam 2 siklus. Siklus I dan II masing-masing dilaksanakan dalam 5 pertemuan.
Siklus I dilaksanakan pada hari Senin – Jum’at tanggal 2 – 6 Maret 2015. Siklus
2 dilaksanakan pada hari Senin – Jum’at tanggal 9 -13 Maret 2015.
Hasil belajar anak didik pada
kelompok B Kelompok Bermain Binasiwi 2 Kawunganten Kabupaten Cilacap pada tahun
pelajaran 2014/2015 dalam upaya meningkatkan kompetensi dan minat menulis dan
membaca elalui media gambar, secara umum mengalami kemajuan.
Berdasarkan pada permasalahan
yang dihadapi oleh peserta didik dalam meningkatkan kompetensi menulis dan
membaca, berbagai penyebab munculnya permasalahan sebagaimana telah diuraikan
pada bagian pendahuluan, dilakukan serangkaian tindakan untuk mengatasi
permasalahan tersebut. Tindakan penelitian ini terdiri dari 2 siklus, dengan
prosedur penelitian meliputi, Penyusunan rencana tindakan, Pelaksanaan,
Pengamatan atau observasi dan refleksi.
B. Pembahasan Hasil Penelitian Perbaikan Pembelajaran/Kegiatan
Pengembangan.
Pada kondisi awal dari 20 jumlah
peserta didik yang ada, jumlah anak yang elum berkembang ada 12 anak (60%) dan
peserta didik yang berkembang sesuai harapan ada 8 peserta didik (40%).
Dari hasil observasi pada siklus
1 dapat diketahui peningkatan kemampuan anak dari jumlah anak didik yang belum
berkembang pada kondisi awal ada 12 anak, pada sikus 1 jumlah anak yang belum
berkembang 9 anak (45%), dan jumlah peserta didik yang berkembang sesuai
harapan meningkat dari 8 menjadi 11 (55%) peserta didik.
Dari hasil observasi pada siklus II dapat
diketahui jumlah peserta didik yang belum berkembang tinggal 4 anak (20%),
sedangkan jumlah peserta didik yang berkembang sesuai harapan jadi 16 anak
(80).
BAB
V
KESIMPULAN
DAN SARAN
A. Kesimpulan
Dari
hasil data kegiatan dengan menggunakan media gambar dalam meningkatkan
kompetensi dan minat membaca dan menulis anak pada siklus I yang di laksanakan
pada 5 pertemuan baru 55% atau ada 11 peserta didik yang berkembang dengan
baik, dari 20 peserta didik yang diteliti.
Sedangkan
pada siklus II meningkat jumlahnya menjadi 80% atau sejumlah 16 peserta didik
yang sudah berkembang dengan baik. Melihat hasil yang sudah di capai maka
peneliti memutuskan untuk berhenti pada siklus II.
B. Saran
1. Para
pendidik kelompok bermain untuk selalu mengadakan dan melaksanakan penelitian
tindakan kelas mengingat semua pendidik pasti mengalami permasalahan dalam
pembelajaran di kelas nya. Dalam rangka meningkatkan pembelajaran yang ada di
kelompok bermain sehingga akan menghasilkan pembelajara yang bermutu dan
berkwalitas
2. Pembiasaan
membaca dengan gambar yang di lakukan secara terus-menerus akan merangsang
minat anak dalam membaca dan menulis pada anak didik.
3. Dalam
kegiatan membaca dan menulis hendaknya pendidik selalu menyediakan berbagai
macam media baik, baik media yang sudah jadi maupun media buatan pendidik itu
sendiri.
DAFTAR
PUSTAKA
Zaman, Badru (2009) Media dan Sumber
Belajar.
Diary Mr
417.blogspot.com/2012/06. Pengertian Menulis tujuan menulis
Faktor-faktor yang
mempengaruhi menulis , diunduh (8/03/2015, 05.30)
DahlanSyuhada25.blogspot.com/2015/1
Pengertian Minat
ciri-ciri minat- (8/03/2015,03.40)
Tutirohaniati.1.blogspot.com/2013/10-
Tahapan Perkembangan Menulis
(9/03/2015.11.20)
Xerma.blogspot.com/2014/02-
Pengertian Kompetensi (7/03/2015.2015)
Eostudent.blogspot.com/2014/06 -
Metode Belajar Menulis (9/03/2015.11.00)
Sari Bahasa
Indonesia.blogspot.com/Home/Info- Pengertian Membaca-
Tujuan Membaca- Manfaat
Membaca – Metode Membaca (8/03/2015. 12.15)
No comments:
Post a Comment