Nusakambangan didaulat sebagai Alcatraz-nya Indonesia oleh media-media
asing. Penjara di tepi Cilacap itu kini menjadi simbol perang terhadap
perdagangan narkoba yang dilancarkan pemerintah
Dibangun pada era penjajahan Belanda, Nusakambangan kini menjadi simbol perang melawan narkoba dan menampung narapidana kelas berat. Tidak heran jika penjagaan ketat terlihat di berbagai sudut pulau.
Pengunjung harus mendapat izin khusus dari kementrian buat berjejak di penjara Nusakambangan. Kecuali pegawai pemerintah atau pengacara, cuma keluarga narapidana saja yang secara rutin diizinkan masuk.
Tiga Penjara Super Ketat dan Satu Penjara Terbuka
Tujuh bangunan penjara, ditambah dengan tiga penjara khusus berpenjagaan ketat "buat narapidana beresiko tinggi," saat ini memenuhi kompleks LP Nusakambangan, kata Akbar Hadiprabowo, Jurubicara Direktorat Jenderal Lembaga Pemasyarakatan di Kementrian Hukum dan HAM.
Metode Hukuman Mati
Tembak
Terpidana dengan mata tertutup kain hitam, duduk atau berdiri terikat di depan satu eksekutor atau satu regu tembak. Satu regu tembak biasanya terdiri dari beberapa personil militer atau aparat penegak hukum, yang diperintahkan untuk menembak secara bersamaan. Metode ini dipakai diantaranya di Indonesia, Cina, Arab Saudi, Taiwan, Korea Utara.
Narapidana yang mendapat vonis kurungan lebih dari 15 tahun dan
terpidana mati mendapat tempat di penjara pasir putih. Sementara
terpidana narkoba harus mendekam di penjara dengan keamanan tingkat
tinggi.
Nusakambangan juga memiliki penjara terbuka buat narapidana yang telah menghabiskan separuh masa hukumannya. Dari 1400 narapidana yang ditampung di penjara itu, 278 di antaranya berada di penjara khusus terpidana narkoba.
Berakhir di Bukit Nirbaya
Nusakambangan juga memiliki penjara terbuka buat narapidana yang telah menghabiskan separuh masa hukumannya. Dari 1400 narapidana yang ditampung di penjara itu, 278 di antaranya berada di penjara khusus terpidana narkoba.
Berakhir di Bukit Nirbaya
Situasi di Nusakambangan yang biasanya adem dan ramai turis, kini mulai
mencekam jelang eksekusi mati terhadap terpidana narkoba. Hampir secara
rutin sekelompok orang berdemonstrasi di pelabuhan Cilacap buat
mendukung hukuman mati.
Sejumlah nama terkenal pernah terdaftar menjadi penghuni Nusakambangan. Mulai dari Johny Indo yang tenar lantaran berhasil melarikan diri, taipan kayu Bob Hasan yang hingga kini masih dipenjara, hingga trio bom bali 2002, Imam Samudera, Amrozi dan Ali Ghufron.
Sejumlah nama terkenal pernah terdaftar menjadi penghuni Nusakambangan. Mulai dari Johny Indo yang tenar lantaran berhasil melarikan diri, taipan kayu Bob Hasan yang hingga kini masih dipenjara, hingga trio bom bali 2002, Imam Samudera, Amrozi dan Ali Ghufron.
Saat ini lebih dari 100 orang sedang menunggu eksekusi mati, sekitar 30
di antaranya adalah warga negara asing. Seperti juga Amrozi cs, sebagian
akan mendapati ajal di bukit Nirbaya, lokasi eksekusi yang dulunya
merupakan penjara. Sementara yang lain bisa juga berujung di Lapangan
Tembak Limusbuntu.
No comments:
Post a Comment